Pandangan Hidup atau Ideologi
Pribadi
Pandangan
hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara.
Segala perbuatan, sikap, dan aturan –yang diwujudkan dalam berbagai bentuk,
merupakan refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pandangan hidup
sering disebut filsafat hidup. Filsafat hidup sendiri diarti-konkritkan sebagai
kecintaan atau kebenaran yang bisa dicapai oleh siapapun. Maka dari itu,
pandangan hidup dengan hakikat bisa dicapai oleh siapapun itu, sangat
diperlukan oleh tiap manusia. Pandangan hidup tiap orang bisa berbeda bisa juga
sama. Dari situ terdapat pengklasifikasian tentang asal dari pandangan hidup
tersebut, sebagai berikut:
·
Pandangan hidup berasal dari agama
merupakan pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
·
Pandangan hidup ideology merupakan
pandangan hidup yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma Negara tersebut.
·
Pandangan hidup hasil renungan merupakan
pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Ideologi
adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt
de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”.
Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang
segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam
kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis),
atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota
masyarakat.
PANDANGAN
HIDUP MUSLIM
Rumusan
tujuan hidup yang didasari oleh ajaran agama menempati posisi sentral,yakni
orang yang hormat dan tunduk kepada nilai-nilai agama yang diyakini,melalui
figure Ulama Kharismatik,atau menurut kitab suci. Menurut ajaran agama
islma,tujuan hidup manusia adalahuntuk menggapai ridho Allah,ibtigha
mardhatillah.Firman Allah.
Ideologi
adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki
metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta,metode menjaga
pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain
dan metode untuk menyebarkan.
Sebagai
tambahan, apabila pandangan hidup tesebut diterima oleh sekelompok orang
sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup tersebut akan menjadi
ideologi. Dan jika itu berkembang lagi, hingga lingkup kerakyatan atau negara
maka disebut ideologi negara.
1)
Cita-cita
Cita-cita
menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam
pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita,tanpa berbuat kebajikan dan
tanpa sikap hidup. Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan
yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsure
daripandangan hidup manusia,yaitu sesuatu yang ingin digapai manusia melalui
usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabilatelah terjadi usaha untuk
mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu..
2)
Kebajikan atau Kebaikan
Kebajikanatau
kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan
norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya
manusia itu baik dan makhluk bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh,
terdiri atas jiwa dan raga. Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi,
memihak pada kebenaran dan selalu mengeluarkan pendapat sendiri tentang
pribadinya, perasaannya, cita-citanya, dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan
manusia tersebut, manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya
sendiri. Inilah yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois,
yang seringkali seperti tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu
kebajikan, kita harus melihat dari 3 sisi,yaitu :
a.
Manusia sebagai pribadi,yang menentukan
baik buruknya adalah suara hati.
b.
Manusia sebagai anggota masyarakat atau
makhluk social, manusiahidup bermasyarakat saling membutuhkan,saling menolong
dan saling menghargai anggota masyarakat.
c.
Manusia sebagai makhluk Tuhan.
Kebajikan
manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku
bersumber dari pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku
sendiri-sendiri. Terdapat tiga hal yang menjadi faktor yang mungkin dapat
menjadikan seorang individu memiliki sikap tertentu, yaitu:
a.
Pembawaan,sesuatu yang diturunkan dari
orang tuapada anaknya.
b.
Lingkungan,merupakan alam kedua yang
melingkupi manusia dan di situ manusia baru akan terbukti dengan sendirinya
agar bisa melanjutkan hidup.
c.
Pengalaman,merupakan segala sifat dari
keadaan-keadaan baik itu manis ataupun pahit yang dirasakan dan cenderung
sering terbesit di pikiran manusia.
3)
Usaha atau Perjuangan
Usaha
atau perjuangan adalah bentuk kerja keras untuk mewujudkan tujuan atau cita-cita.
Tanpa adanya usaha, hidup manusia tidak ada artinya. Manusia diciptakan berakal
dan berindra, dimana apa yang dititipkan-Nya harus dipotensialkan sesuai
kemampuannya.
4)
Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinanatau
kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Manusia memiliki pandangan
hidup yang berbeda-beda dalam meraih tujuan atau cita-cita masing-masing.
Pandangan hidup ini mau tidak mau akan menjadi pedoman untuk mengantarkan
mereka pada tujuan atau cita-cita tersebut. Maka yang sebaiknya dilakukan
manusia adalah memikirkan,merancang atau menentukan langkah-langkah
berpandangan hidup yang baik.
No comments:
Post a Comment