Putri Oktaviani S.
i just ordinary girl,i nobody perfect but i wanna be the best for everyone,Live my life to the fullest potential and fight for all of my dreams..
Wednesday, January 27, 2016
Monday, May 4, 2015
PERBEDAAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI
Konseling
adalah proses wawancara tatap muka antara dua orang (konselor dan klien) yang
bertujuan untuk memberikan bantuan kepada klien, sehingga klien dapat
menyelesaikan permasalahannya dan lebih berkembang dalam kehidupan sekarang dan
masa depannya.
Konseling
bertujuan membantu seseorang dalam menghadapi tugas-tugas perkembangan agar
bisa berlangsung lancar. Misalnya, remaja yang dibantu menghadapi masalah
mengenai kehidupan kebebasan yang dituntut dari orang tua, atau masalah
pekerjaan yang sabaiknya diambil.
Psikoterapi
ialah pengobatan penyakit dengan cara kebatinan atau penerapan teknis khusus
pada penyembuhan penyakit mental atau pada kesulitan-kesulitan penyesuaian diri
setiap hari, atau penyembuhan lewat keyakinan agama dan diskusi personal dengan
para guru atau teman. Psikoterapi bertujuan untuk menangani penyimpanan yang
merusak dan baru kemudian menangani usaha pencegahannya. Singkatnya,
psikoterapi berhubungan dengan tujuan penyembuHAN.
Perbedaan antara konseling
dan psikoterapi adalah:
1. Konseling :
- Berpusat pandang
masa kini dan masa yang akan datang melihat dunia klien.
- klien tidak dianggap sakit
mental dan hubungan antara konselor dan klien itu
sebagai teman yaitu mereka
bersama-sama melakukan usaha untuk tujuan-tujuan
tertentu, terutama bagi orang
yang ditangani tersebut.
- konselor mempunyai
nilai-nilai dan sebagainya, tetapi tidak akan memaksakannya
kepada individu
yang dibantunya konseling berpusat pada pengubahan tingkah
laku, teknik-teknik
yag dipakai lebih bersifat manusiawi.
2. Psikoterapi :
- Berpusat pandang pada masa
yang lalu-melihat masa kini individu,klien dianggap
sakit mental.
- klien dianggap sebagai orang
sakit dan ahli psikoterapi (terapis) tidak akan pernah
meminta orang yang
ditolongnya itu untuk membantu merumuskan tujuan-tujuan.
- Terapis berusaha memaksakan
nilai-nilai dan sebagainya itu kepada orang yang
ditolongnya.
- Psikoterapis berpusat pada
usaha pengobatan teknik-teknik yang dipakai adalah
yang telah diresepkan,terapi
bekerja dengan “dunia dalam” dari kehidupan individu
yang sedang mengalami
masalah berat, psikologi dalam memegang peranan.
Daftar pustaka :
- https://batukarang91.wordpress.com/2013/01/02/perbedaan-konseling-dan-psikoterapi/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Konseling
- https://silvinamar.wordpress.com/2014/03/22/perbedaan-antara-konseling-dengan-psikoterapi/
Monday, April 13, 2015
Pengertian Psikoterapi
A. Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi adalah
pengobatan secara psikologis untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran,
perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu
“Psyche” yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan “Therapy” yang artinya
penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut
juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.
Psikoterapi (dalam
Sylvia) adalah terapi atau pengobatan yang menggunakan cara-cara psikologik,
dilakukan oleh seseorang yang terlatih khusus, yang menjalin hubungan kerjasama
secara profesional dengan seorang pasien dengan tujuan untuk menghilangkan,
mengubah atau menghambat gejala-gejala dan penderitaan akibat penyakit.
Definisi yang lain yaitu bahwa psikoterapi adalah cara-cara atau pendekatan
yang menggunakan teknik-teknik psikologik untuk menghadapi ketidakserasian atau
gangguan mental.
Psikoterapi disebut
sebagai pengobatan, karena merupakan suatu bentuk intervensi, dengan berbagai
macam cara dan metode - yang bersifat psikologik - untuk tujuan yang telah
disebutkan di atas, sehingga psikoterapi merupakan salah satu bentuk terapi
atau pengobatan disamping bentuk-bentuk lainnya dalam ilmu kedokteran jiwa
khususnya, dan ilmu kedokteran pada umumnya.
Pengertian
psikoterapi secara istilah, ada beberapa pendapat yang dikemukakan para ahli.
Diantaranya (library walisongo, 2005):
a.
Corsini
Psikoterapi adalah
proses moral dari interaksi dari dua pihak. Setiap pihak biasanya terdiri dari
satu orang. Tetapi ada kemungkinan terdiri dari dua orang atau lebih pada
setiap pihak, dengan tujuan untuk keadaan yang tidak menyenangkan pada salah
satu bidang.
b.
Lewis
R. Worberg M.D.
Dalam bukunya yang
berjudul The Technique Psychotherapy, mengatakan psikoterapi adalah perasaan
dengan menggunakan alat-alat psikologi terhadap permasalahan yang berasal dari
kehidupan emosional dimana seorang ahli secara sengaja menciptakan hubungan
profesional dengan pasien yang bertujuan ; menghilangkan, mengubah atau
menurunkan gejala-gejala yang ada. Memperantarai (perbaikan) pola tingkah laku
yang rusak. Meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan kepribadian yang
positif. Abdul Aziz (dalam library walisongo, 2005)
c.
Warson
dan Morse
Psikoterapi adalah
bentuk khusus dari interaksi antara dua orang pasien dan terapis pada mana
memiliki dari interaksi. Karena mencari bantuan psikologis dan terapi menyusun
interaksi dengan menggunakan dasar psikologis untuk membantu pasien
meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupanya dengan mengubah
pikiran, perasaan, dan tindakanya. Singgih D. gunarso (dalam library walisongo,
2005)
d.
C.
P. Chaplin
Dalam bukunya yang
diterjemahkan oleh Dr. Kartini Kartono mengatakan bahwa psikoterapi adalah
penyembuhan lewat keyakinan agama dan diskusi personal dengan para guru ataupun
teman. M. Hamdani Bakran Adz-Dzaky (dalam library walisongo, 2005)
Dari beberapa pendapat para ahli
diatas, maka pengertian psikoterapi adalah proses perawatan atau penyembuhan
penyakit kejiwaan melalui teknik dan metode psikologi. Kata islam adalah kata
yang mensifati dari kata psikoterapi. Maksudnya bahwa praktek psikoterapi
tersebut dilaksanakan sesuai dengan ajaran dan norma islam.
M. Hamdani Bakran Adz-dzaky
(dalam library walisongo, 2005) mengemukakan bahwa pengertian psikoterapi islam
adalah proses pengobatan dan penyembuhan dengan melalui bimbingan al-Qur’an dan
As-Sunnah Nabi Muhammad s.a.w. atau secara empirik adalah melalui bimbingan dan
pengajaran Allah, Malikat-MalaikatNya, RosulNya, atau ahli waris para NabiNya.
H. Fuad Anshori (dalam library
walisongo, 2005) juga mengemukakan psikoterapi islam adalah upaya penyembuhan
jiwa (nafs) manusia secara rohaniyyah yang didasarkan pada tuntutan al-Qur’an
dan al-Hadits, dengan metode anlisi esensial empiris serta ma’rifat terhadap
segala yang tampak pada manusia.
Psikoterapi
islam juga dapat diartikan sebagai upaya mengatasi beberapa problem kejiwaan
yang didasrkan pada pandangan agama islam.
Daftar Pustaka :
1. Sylvia D. Elvira Diakses tanggal 19 Maret 2014 Diakses dari http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&ved=0CFsQFjAF&url=http%3A%2F%2Fxa.yimg.com%2Fkq%2Fgroups%2F20899393%2F125933547%2Fname%2FPsikoterapi.doc&ei=Wu4oU6CoOMLtrAervoG4Aw&usg=AFQjCNExih8fJQkIWWpEQh0oodRDtCCqrA&sig2=s8cMhb577DfXAxTKsgovwA
2. http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/2/jtptiain-gdl-s1-2005-emisulastr-66-Bab-2.pdf
Sunday, November 9, 2014
Tugas 7 Actuating dalam Manajemen
C.
Prinsip Actuating
Dari seluruh rangkaian proses manajemen,
pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam
fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan
aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih
menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam
organisasi.
Dalam hal ini, George R. Terry (1986)
mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota
kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai
sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena
para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan
(actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi
kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap
karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas
dan tanggung jawabnya. Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa
actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa
hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan
sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga
ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan
(actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi
kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap
karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas
dan tanggung jawabnya.
Hal yang penting untuk diperhatikan
dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi
untuk mengerjakan sesuatu jika :
1. Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
2. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan
manfaat bagi dirinya,
3. Tidak sedang dibebani oleh problem
pribadi atau tugas lain yang lebih penting,atau
mendesak,
4. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi
yang bersangkutan dan
5. Hubungan antar teman dalam organisasi
tersebut harmonis.
D.
Mencapai Actuating managerial yang efektif
Ada beberapa cara untuk mencapai
motivasi yang efisien, dalam bidang management, diantaranya:
1. Usaha agar orang-orang merasa dirinya
penting.
2. Usahakanlah untuk mengetahui
perbedaan-perbedaan individu.
3. Usahakan agar saudara menjadi pendengar
yang baik.
4. Hindarkan timbulnya
perdebatan-perdebatan.
5. Hormatilah perasaan orang lain.
6. Gunakanlah pertanyaan/percakapan untuk
mengajak orang-orang bekerja
keras.
7. Janganlah berusaha untuk mendominir.
8. Ingatlah bahwa kebanyakan orang-orang
adalah tamak.
9. Praktekanlah management partisipatif.
10. Berikanlah
perintah-perintah jelas dan lengkap.
11. Gunakanlah instruksi-instruksi.
12. Selenggarakan
pengawasan (supervisi) yang efektif.
Sumber :
Handoko, T. H. (2009) Manajemen. Edisi 2. BPFE:
Yogyakarta
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Dr.%20Nahiyah%20Jaidi,%20M.Pd./Media%20Pembelajaran_Pengantar%20Manajemen.pdf
M.Ag, Badrudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen.
Bandung: Alfabeta.
Tugas 6 Actuating dalam Manajemen
A.
Definisi Actuating
Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan
agar semua agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang
sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating
artinya menggerakkan orang-orang agarmau bekerja dengan sendirinya atau dengan
kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.
Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan. Actuating adalah Pelaksanaan
untuk bekerja. Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tesebut,
maka manajer mengambil tindakan-tindakannya kearah itu. Seperti : Leadership (
pimpinan ), perintah, komunikasi dan conseling ( nasehat).
Menggerakkan (actuating) menurut Tery berarti
merangsanganggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias
dankemauan yang baik. Tugas menggerakkan dilakukan oleh pemimpin.Oleh karena
itu kepemimpinan kepala sekolah mempunyai perananpenting dalam menggerakkan
personal sekolah melaksanakan program kerjanya. Menurut Keith Davis, Actuating
adalah kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan dengan penuh semangat.
George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating
merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga
mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaranperusahaan dan sasaran
anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin
mencapai sasaran tersebut. Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating)
tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan,
dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat
melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung
jawabnya.Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini
adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untukmengerjakan sesuatu jika :
a.
Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
b.
Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagidirinya,
c.
Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yanglebih penting,
atau mendesak,
d.
Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan
Bagian
yang termasuk dalam manajemen pengarahan sebagai berikut:
Motivasi: Motivasi merupakan kegiatan yang
mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia. Motivasi merupakan
subyek yang penting bagi manajer, karena menurut definisi manajer harus bekerja
dengan dan melalui orang lain. Manajer perlu memahami orang orang berprilaku
tertentu agar dapat mempengaruhinya untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan
organisasi. Motivasi adalah subyek membingungkan, karena motif tidak dapat
diamati atau diukur secara langsung, tetapi harus disimpulkan dari perilaku
orang yang tampak.
Komunikasi dalam Organisasi: Komunikasi adalah
kegiatan untuk para manajer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka.
Proses komunikasi memungkinkan manajer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka.
Informasi harus dikomunikasikan kepada para manajer agar mereka mempunyai dasar
perencanaan, rencana-rencana harus dikomunikasikan pada pihak lain agar
dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komuni kasi dengan bawahan tentang
penugasan jabatan mereka. Komunikasi tertulis dan lisan adalah bagian esensi
pengawasan. Manajer dapat melaksanakan fungsi fungsi manajemen mereka hanya
melalui interaksi dan komunikasi dengan pihak lain.
Kepemimpinan
manajerial didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh
pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan
tugasnya. Implikasi penting dalam definisi tersebut yaitu: pertama,
kepemimpinan menyangkut orang lain bawahan atau pengikut; kedua, kepemimpinan
menyangkut suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang di antara pimpinan dan
anggota kelompok; ketiga, pemimpin dapat juga memberikan pengaruh. Kepemimpinan
merupakan bagian penting manajemen, tetapi tidak sama dengan manajemen.
Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi
orang orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran, sedangkan manajemen
mencakup kepemimpinan, tetapi juga mencakup fungsi lain seperti perencanaan,
pengorganisasian dan pengawasan.
B.
Pentingnya Actuating
Fungsi
actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan
orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang
berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya
manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada
harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi.
Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan
kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja
organisasi yang telah ditetapkan.
Sumber :
Actuating dalam
wanvisioner.blogspot.com/2009/05/poac-planning-organizing-actuating-and.html
diakses tanggal 20 Desember 2012 pukul 07.32 WIB.
Actuating dalam
www.sarjanaku.com/2010/06/resume-manajemen-pendidikan.html diakses tanggal 20
Desember 2012 pukul 07.45 WIB.
Mulyono. 2008.
Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
tugas 5 Pengorganisasian Struktur Manajemen
D. Manfaat struktur
fungsional dan struktur divisional
Manfaat
struktur fungsional dan struktur divisional :
·
Fungsionalisme struktural adalah sebuah
sudut pandang luas dalam sosiologi dan antropologi yang berupaya menafsirkan
masyarakat sebagai sebuah struktur dengan bagian-bagian yang saling
berhubungan.
·
Teori fungsionalisme struktural adalah
suatu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad
sekarang. Tokoh-tokoh yang pertama kali mencetuskan fungsional yaitu August
Comte, Emile Durkheim dan Herbet Spencer.
·
Teori struktural fungsional berkaitan
erat dengan sebuah struktur yang tercipta dalam masyarakat. Struktural –
fungsional, yang berarti struktur dan fungsi. Artinya, manusia memiliki peran
dan fungsi masing – masing dalam tatanan struktur masyarakat.
·
Pemikiran structural fungsional sangat
dipengaruhi oleh pemikiran biologis yaitu menganggap masyarakat sebagai
organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan,
ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme
tersebut tetap dapat bertahan hidup.
·
Dalam struktur organisasi fungsional,
setiap manajer yang mempunyai spesialisasi fungsional menggantikan tempat dan
peranan si pemilik perusahaan. Transisi
menuju spesialisasi ini membutuhkan sebuah perubahan substansial dalam gaya
manajemen pimpinan perusahaan. Sebagai organisasi yang menumbuhkan dan mengembangkan sejumlah produk
dan pasar yang berkaitan, struktur organisasi ini secara teratur berubah untuk
merefleksikan spesialisasi yang lebih besar.
E. Kerugian struktur
fungsional dan struktur divisional
Struktur organisasi
fungsional ini mempunyai beberapa
kelebihan, antara lain:
a)
Efisiensi melalui spesialisasi
b)
Komunikasi dan jaringan keputusannya
relatif sederhana
c)
Mempertahankan tingkat pengendalian
strategi pada level manajemen puncak
d)
Mempermudah pengukuran output dan hasil
dari setiap fungsi
Sedangkan kekurangan
dari struktur organisasi fungsional adalah:
a)
Dapat mendorong timbulnya persaingan dan
konflik antar fungsi
b)
Mengakibatkan sulitnya koordinasi di
antara bidang-bidang fungsional
c)
Dapat menyebabkan tingginya biaya
koordinasi antar fungsi
d)
Identifikasi karyawan dengan kelompok
spesialis dapat membuat perubahan menjadi sulit
Dalam
struktur organisasi divisional, manajer divisi dapat mengembangkan strategi
untuk masing-masing divisinya dan mungkin saja mereka menghadapi persaingan
yang berbeda dengan divisi lainnya sehingga strategi yang ditempuh mungkin juga
berbeda dengan divisi lainnya. Pada organisasi divisional, divisi-divisi
tersebut dapat menjadi tempat yang baik untuk melatih para manajer muda. Selain
itu juga merupakan tempat yang baik
dalam mengembangkan intuisi kewiraswastaan serta meningkatkan sejumlah
pusat inisiatif dalam suatu perusahaan.
Struktur Divisional
Sebagaimana
struktur organisasi yang lain, struktur organisasi divisional ini juga mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.
Adapun kelebihan struktur organisasi
divisional antara lain:
a) Koordinasi
antar fungsi menjadi lebih mudah dan cepat
b) Mempunyai
fleksibilitas pada struktur perusahaan
c) Spesialisasi
pada setiap divisi dapat dipertahankan
d) Kesempatan
karir lebih terbuka
Sedangkan
kekurangan struktur organisasi
divisional antara lain:
a) Mengkibatkan
turunnya komunikasi antara spesialisasi funsional
b) Sangat
potensial untuk menimbulkan persaingan antar
divisi
c) Pendelegasian
yang besar dapat menimbulkan masalah
Sumber :
Samuel C. Certo & J.Paul Peter, Strategic
Management, McGraw-Hill, 1990, p.125.
http://id.wikipedia.org/wiki/Fungsionalisme_struktural
http://filsafat.kompasiana.com/2013/04/15/teori-struktural-fungsional--546379.html
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma5309/fproses_certob2.htm
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma5309/fproses_certob3.htm
Tugas 4 Pengorganisasian Struktur Manajemen
A. Definisi pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian
adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian
didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai
dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil
pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengorganisasian
(Organizing) adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur
berbagai macam kegiatan yang di pandang. Seperti bentuk fisik yang tepat bagi
suatu ruangan kerja administrasi, ruangan laboratorium, serta penetapan tugas
dan wewenang seseorang pendelegasian wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk
mencapai tujuan.
Definisi
menurut para ahli :
a) Organisasi Menurut Stoner; Organisasi adalah
suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan
manajer mengejar tujuan bersama.
b) Organisasi Menurut James D.Mooney; Organisasi
adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
c) Organisasi Menurut Chester I.Bernard; Organisasi
merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih.
d) Pengorganisasian merupakan proses menciptakan
hubungan-hubungan antar komponen-komponen organisasi dengan tujuan agar segala
kegiatan diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi.
e) Siagian (1983) Pengorganisasianadalah keseluruhan
pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tugas,kewenangan dan tanggung
jawab sedemikian rupa sehingga tercipta suatuorganisasi yang dapat digerakkan
sebagai suatu kegiatan kesatuan yang telahditetapkan.
B. Definisi struktur oganisasian
Struktur
organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan
bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut
diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga
menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan.
C. Pengorganisasian sebagai fungsi
manajemen
Pengorganisasian
sebagai fungsi dari manajemen, meliputi :
a.
Organisasi Formal
Organisasi
formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan
suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.Contoh
: Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
b.
Organisasi Informal
Organisasi
informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu
aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.Contoh : Arisan ibu-ibu
sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame
dengan teman, dan lain-lain.
Salah satu bagian penting organisasi adalah pengelompokkan
informal dan hubungan-hubungan pribadi yang dapat lebih berpengaruh dibanding
dengan hubungan formal seperti yang ditunjukkan bagan organisasi.
Argiyris mengemukakan empat bidang utama dimana bidang
organisasi formal dan informal berbeda :
a.
Organisasi Informal
Hubungan-hubungan
antar pribadi. Hubungan-hubungan antar pribadi didalam organisasi formal
digambarkan jelas, sedangkan dalam organisasi informal tergantung pada
kebutuhan-kebutuhan mereka.
b.
Kepemimpinan.
Para
pemimpin dirancang dan ditentukan dalam formal serta muncul dan dipilih dalam
informal.
c.
Pengendalian perilaku.
Organisasi
formal mengendalikan perilaku karyawan melalui penghargaan dan hukuman,
sedangkan kelompok informal mengendalikan para anggota dengan pemenuhan kebu Ketergantungan.
SUMBER
:
http://www.manajemenn.web.id/2011/08/pengertian-pengorganisasian.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Fungsionalisme_struktural
http://filsafat.kompasiana.com/2013/04/15/teori-struktural-fungsional--546379.html
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma5309/fproses_certob2.htm
http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma5309/fproses_certob3.htm
http://repository.binus.ac.id/content/A0172/A017299334.ppt
http://machdans-manajemen.blogspot.com/2011/06/actuating.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2205936-pengertian-pelaksanaan-actuating/
http://www.frijal.com/2013/03/pentingnya-perencanaan.html
https://www.google.com/#q=Prinsip+Actuating&start=10
http://joemarnioye.blogspot.com/2013/02/makalah-fungsi-manajemen-
actuating.html
Subscribe to:
Posts (Atom)