Manusia dan Kebudayaan
Pengertian manusia
Dalam
pandangan klasik dan rasional tentang manusia faktanya manusia adalah makhluk
yang berakal. Menurut Plato akal adalah alat untuk mengarahkan budi pekerti.
Aristoteles juga berpendapat bahwa akal manusia adalah kekuatan yang tertinggi
dari jiwa dan merupakan kebanggaan dan keagungan manusia. Manusia menurut
pandangan ilmu Antropologi adalah homo sapien. Pandangan antropologi budaya
manusia adalah organisme sosio budaya. Pandangan ilmu psikologi manusia adalah
individu yang belajar. Pandangan ilmu sosiologi manusia adalah animal sociale
(binatang yang bermasyarakat). Menurut Aristoteles ilmu politika manusia
sebagai animal politicon (binatang yang hidup berpolitik). Pandangan ilmu
ekonomi manusia adalah animal econominicus (binatang yang terus berusaha
memperoleh kemakmuran materiil).
Manusia
adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat
mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial
karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk
mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari
individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Manisfestasi
manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada
manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.
Kesadaran
manusia sebagai makhluk sosial, justru memberikan rasa tanggungjawab untuk
mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang ”besar”
dan ”kuat”. Kehidupan sosial, kebersamaan, baik itu non formal (masyarakat) maupun
dalam bentuk-bentuk formal (institusi, negara) dengan wibawanya wajib mengayomi
individu.
Esensi
manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang
status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimana tanggungjawab
dan kewajibannya di dalam kebersamaan.
Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan,
kesenian, bukum, adat istihadat dan setiap kemampuan lain dan kebiasaan yang
dimiliki oleh manusia sebagai anggota suatu masyarakat. Misalnya: dari
alat-alat yang paling sederhana seperti asesoris perhiasan tangan, leher dan
telinga, alat rumah tangga, pakaian, system computer, non materil adalah
unsur-unsur yang dimaksudkan dalam konsep norma-norma, nilai-nilai, kepercayaan
/ keyakinan serta bahasa.
Para
kebudayaan sering mengartikan norma sebagai tingkah laku rata-rata, tingkah
laku khusus atau yang selalu dilakukan berulang – ulang. Kehidupan manusia
sellau ditandai oleh norma sebagai aturan sosial untuk mematok perilaku manusia
yang berkaitan dengan kebaikan bertingkah lak, tingkah laku rata-rata atau
tingkah laku yang diabstaksikan. Oleh karena itu dalam setiap kebudayaan
dikenal norma-norma yang ideal dan norma-norma yang kurang ideal atau norma
rata-rata. Norma ideal sangat penting untuk menjelaskan dan memahami tingkah
laku tertentu manusia, dan ide tentang norma-norma tersebut sangat mempengaruhi
sebagian besar perilaku sosial termasuk perlaku komunikasi manusia.
Nilai
adalah konsep-konsep abstrak yang dimiliki oleh setiap individu tentang apa
yang dianggap baik atau buruk, benar atau salah, patut atau tidak patut.
Unsur
penting kebudayaan berikutnya adalah kepercayaan / keyakinan yang merupakan
konsep manusia tentang segala sesuatu di sekelilingnya. Jadi kepercayaan /
keyakinan itu menyangkut gagasan manusa tentang individu, orang lain, serta
semua aspek yang berkaitan dengan biologi, fisik, sosial, dan dunia
supernatural. Unsure penting kebudayaan adalah bahasa, yakni system kodifikasi
kode dan symbol baik verbal maupun non verbal, demi keperluan komunikasi
manusia.
Manusia dan Kebudayaan
Dalam kehidupan
ini manusia tidak dapat lepas dari kebudayaanya. Kebudayaan merupakan hasil
cipta manusia sejak zaman dahulu. Kebudayaan itu berbeda-beda di setiap
daerahnya karena faktor lingkungan dan hasil pemikiran setiap orang yang
kemudian dilestarikan secara turun menurun sebagai suatu kebiasaan masyarakat
di dareah tertentu. Kehidupan manusia selau ditandai oleh norma sebagai aturan
sosial untuk mematok perilaku manusia yang berkaitan dengan kebaikan bertingkah
lak, tingkah laku rata-rata atau tingkah laku yang diabstaksikan. Oleh karena
itu dalam setiap kebudayaan dikenal norma-norma yang ideal dan norma-norma yang
kurang ideal atau norma rata-rata. Norma ideal sangat penting untuk menjelaskan
dan memahami tingkah laku tertentu manusia, dan ide tentang norma-norma
tersebut sangat mempengaruhi sebagian besar perilaku sosial termasuk perlaku
komunikasi manusia.
Kebudayaan
berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan
akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan
mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati
dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk
kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Dalam sosiologi
manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun
keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan
kebudayaan, clan setclah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur.
Hampir semua
tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya
naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian
prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan
dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses
internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.
Selanjutnya
hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan
manusia tersebut terhadap kebudayaan.
Manusia
mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai :
1) penganut
kebudayaan
2) pembawa
kebudayaan
3) manipulator
kebudayaan
4) pencipta
kebudayaan.
Pembentukan kebudayaan
dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan
penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang
menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.
Hal yang
dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia
dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life,
yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.
No comments:
Post a Comment